Ubat Kanser - Kanser - jenis-jenis, bentuk serta kaedah yang biasa digunakan bagi merawatnya.

Go to content

Main menu:

Ubat Kanser

Maklumat Kanser
Ubat kanser
Ubat kanser di beberapa negara membangun biasanya menggunakan sediaan kimia. Kaedah seperti suntikan, pill serta pancaran gelombang radiasi akan digunakan untuk menyerang sel-sel kanser yang terdapat pada tubuh pesakit, walau bagaimanapun, kaedah ini tidak dijamin mampu menghilangkan sepenuhnya sel kanser yang ada, secara lazimnya terdapat sebahagian kecil sel yang tidak terkesan dengan kaedah rawatan ini dan akan kembali menyerang selepas beberapa tahun (biasanya selepas 3 tahun), ianya akan membentuk sistem pertahanan yang lebih kuat bagi melawan kembali ubatan yang telah digunakan pada rawatan sebelum ini, dan biasanya dos akan ditingkatkan kepada yang lebih kuat untuk rawatan seterusnya.


Pada kebiasaannya, dos kimoterapi akan ditingkatkan jika tidak ada sebarang perubahan yang berlaku.

Kanser adalah sejenis penyakit yang berkembang secara multiply (pecahan). Ia boleh menyerang pada beberapa bahagian tubuh pada satu-satu masa. Pencegahan awal seperti pengambilan makanan tambahan seperti herba dilihat dapat mengawal kanser daripada terus menyerang, akan tetapi, terdapat juga langkah rawatan bagi mereka yang sudah terkena penyakit ini, samada melalui kaedah perubatan moden mahupun secara tradisional. Kanser terhasil akibat perubahan faktor persekitaran yang tercemar serta makanan yang tidak mempunyai khasiat, malah beracun. Kanser biasanya menyerang tubuh yang berasid tinggi, kandungan asid dapat diukur melalui kaedah ujian darah. Penggunaan bahan beralkali tinggi dapat mengimbangi kandungan asid sekaligus dapat meminimakan risiko terkenanya serangan kanser, terutamanya pada mereka yang mempunyai sejarah keturunan yang mengidap penyakit ini. Kanser mengambil masa yang lama untuk menyerang, ianya kadang kala tidak memberi sebarang tanda sehinggalah ianya mencapai tahap 3 dan 4 dan apabila sudah mencapai tahap ini ia biasanya sukar untuk dirawat.

Penggunaan herba sering kali dilihat sebagai pilihan alternatif di dalam merawat kanser, herba yang bersesuaian seperti Keladi tikus akan meresap jauh kedalam darah yang akan membawa sebatian komponen aktif terus kepada sel yang telah dijangkiti. Penggunaan herba yang bersesuaian dengan pesakit ini akan membantu proses penyembuhan disamping menjadi rawatan pelengkap kepada perubatan moden yang sedia ada.


USM temui Keladi tikus ubat kanser - rujukan

Herba keladi tikus (Typhonium flagelliforme) adalah tanaman sejenis talas setinggi 25 cm hingga 30 cm, termasuk tumbuhan semak, menyukai tempat yang lembab yang tidak terkena matahari langsung. Tanaman berbatang basah ini biasanya tumbuh di tempat terbuka pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Bentuk daunnya bulat dengan ujung runcing berbentuk jantung. Warnanya hijau segar dan umbinya berbentuk bulat rata sebesar buah pala. Tanaman ini pertama kali diakui sebagai tanaman yang mempunyai nilai perubatan oleh ahli botani, Prof Dr.Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD, Universiti Sains Malaysia. Sejak tahun 1995 Prof. Chris Teo meneliti tanaman ini, hasilnya menunjukan Ekstrak Typhonium Flageffiforme dan campuran bahan alami lainnya membantu detoxifikasi jaringan darah. Ramuan ini akan semakin baik bila diberikan bersama-sama dengan bahan herba lain, seperti sambiloto, temu putih dan rumput mutiara.

Herba Keladi tikus mengandungi ribosome inacting protein (RIP), zat antioksidan dan zat antikurkumin. Kombinasi ketiga-tiga zat ini dapat mengaktifkan fungsi sel darah dengan menghasilkan beberapa komponen aktif, sehingga merangsang dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Di Malaysia Keladi Tikus digunakan sebagai ubat penyembuh penyakit kanser yang penggunaannya dicadangkan perlu bersama dengan rawatan seperti kemoterapi (chemotherapy) atau radioterapi (radiotherapy). Terdapat pesakit kanser tahap tinggi yang menggunakan keladi tikus telah menunjukkan hasil yang sangat positif. Keladi Tikus dapat mengatasi efek sampingan dari chemotheraphy, seperti rambut gugur, mual, perasaan tidak selesa dan berkurangnya nafsu makan.

Keseluruhan artikel dibawah dirujuk dari pengalaman pengguna dari Indonesia.

Keladi Tikus - Rodent Tuber mmempunyai nama latin Typhonium Flagelliforme merupakan tanaman obat. Dalam bahasa Cina Keladi Tikus disebut Lioshu Yu. Sedangkan di Indonesia penyebutan tanaman ini sangat beragam. Di sebagian daerah di pulau Jawa misalnya, Keladi Tikus sering disebut dengan Talas Kunting.
Keladi Tikus mengandung zat yang dapat mengaktifkan fungsi sel darah dengan memproduksi mediator, sehingga merangsang dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Di Malaysia Keladi Tikus dipakai sebagai obat penyembuh penyakit kanker yang penggunaannya disarankan dilakukan berdampingan dengan pengobatan medis seperti kemoterapi (chemotherapy) atauradioterapi (radiotherapy). Pada penderita kanker stadium lanjut penggunaan sari Keladi Tikus telah menunjukkan hasil yang sangat positip. Keladi Tikus dapat mengatasi efek sampingan dari chemotheraphy, seperti rambut rontok, mual, perasaan tidak nyaman dan berkurangnya nafsu makan.

Ciri Tanaman
Daun tanaman dewasa meruncin seperti ujung anak panah
Keladi Tikus termasuk golongan rerumputan yang bentuknya menyerupai talas  tumbuh berumpun di alam bebas pada tanah gembur, lembab dan teduh. Di pulau Jawa Keladi Tikus banyak ditemukan di hampir semua tempat baik dataran tinggi maupun dataran rendah. Tanaman Keladi Tikus yang baru tumbuh, daun biasanya berbentuk bulat sedikit lonjong. Daun daun berikutnya mulai meruncing seperti daun talas. Keladi Tikus yang sudah tua daunnya hijau halus berujung runcing menyerupai anak panah. Bunga berwarna putih kekuningan dan kelopaknya menyerupai ekor tikus. Akarnya berwarna putih membesar membentuk umbi. Tinggi tanaman dewasa 10 s/d 20 cm (yang berkualitas bagus) dengan berat 10 s/d 20 gram setiap rumpun. Umbi Keladi Tikus berbentuk bulat londong. Untuk tanaman dewasa yang siap digunakan diameter umbi antara 1 cm s/d 2 cm. Tanaman ini juga banyak dijumpai tumbuh di parit-parit (tanah berair) dan sangat subur. Pada sawah sawah di beberapa daerah Keladi Tikus  bahkan banyak tumbuh diantara padi. Sehingga setiap saat harus dihilangkan / dibasmi karena sangat mengganggu pertumbuhan padi. Keladi Tikus yang tumbuh di tempat demikian tingginya bisa mencapai 40 cm dengam diameter umbi sampai 4 cm. Untuk pengobatan Keladi Tikus yang demikian kualitasnya sangat rendah.

Tanaman Keladi Tikus biasanya banyak ditemukan pada musim hujan. Pada musim kemarau daun Keladi Tikus akan mengecil sedang umbi tetap bertahan di dalam tanah yang akan tumbuh kembali pada saat musim hujan tiba. Dalam pencarian umbi Keladi Tikus berkualitas untuk tujuan pengobatan hendaknya dipilih waktu yang tepat. Waktu yang tepat untuk pengambilan umbi adalah akhir musim hujan sampai pertengahan musim kemarau. Waktu waktu setelah itu proses pembusukan umbi sudah mulai terjadi, dimana pada awal musim hujan tanaman mulai membentuk umbi baru. Tanda umbi yang berkualitas rendah bila saat dibelah kadar tepungnya sudah mulai berkurang dimana umbi lebih banyak berair.

Kilas pengalaman Natur Indonesia.
Natur Indonesia mulai melayani penderita kanker dengan Keladi Tikus sejak Agustus 2000. Pelayanan bermula dengan memberikan tanaman Keladi Tikus kepada penderita kanker di Jawa Timur khususnya Sidoarjo, Malang, Surabaya dan sekitarnya. Pelayanan bekerjasama dengan Bapak Bony (Buduran-Sidoarjo) putra Bapak Patoppoi di Jl Kayu Putih 4 Jakarta. Sesuai anjuran Prof Dr Chris Teo, penggunaan Keladi Tikus tetap dilakukan berdampingan dengan pengobatan medis.

Pada September 2001 sampai Februari 2003 kami melakukan pendataan terhadap penderita kanker yang menkonsumsi Keladi Tikus. Hasilnya sangat luar biasa. Berbagai jenis kanker pada stadium 1 dan stadium 2, lebih dari 75% berhasil sembuh. Sebagian dari mereka (karena alasan ekonomi) bahkan hanya menkonsumsi Keladi Tikus segar tanpa melakukan pengobatan medis. Untuk stadium 3 dan stadium 4 tingkat keberhasilannya pula agak rendah. Terutama di stadium 4 lanjut, tingkat kesembuhan tidak lebih dari 15%. Tetapi ada hasil yang menggembirakan dimana beberapa penderita pada stadium akhir dan dokter sudah angkat tangan (hanya memberi obat penahan rasa sakit) yang berhasil sembuh.

Bagaimana mereka yang berhasil sembuh?
  • Disiplin dalam melakukan pengobatan
  • Melaksanakan perubahan pola hidup (pola makan, istirahat cukup, pola pikir)

Kanker adalah penyakit yang melibatkan pikiran, tubuh dan jiwa. Jiwa proaktif berpikir positif sangat membantu penyembuhannya. Emosi, sifat sulit memaafkan memicu tubuh kita berada dalam situasi tegang dan mempengaruhi tingkat kasaman menjadi tinggi dan ini mempersubur sel-sel kanker. Hidup denga penuh positif selain dari mengamalkan pemakanan yang sihat serta pengambilan ubat-ubatan hospital disamping penggunaan herba keladi tikus secara konsistan boleh meningkatkan peluang untuk sembuh daripada penyakit ini secara total.
 
Artikel terpelihara Berkat Herba Nusantara @ lawankanser.net (Malaysia) 2009 - 2017
Back to content | Back to main menu